#CurhatbukualaVF: “Tentang Kamu” by Tere Liye

Ada yang sudah membaca novel “Tentang Kamu” karya Tere Liye ini?

Menurutku, kalian semua pasti sudah baca novel ini.

Aku mau cerita sedikit bagaimana aku bisa dapet novel ini. Memang terlambat bagi ku untuk membaca novel hebat ini di tahun 2018. Awalnya, ini bukan novel ku dan tetap bukan novel ku juga ampe sekarang (hehe).

Novel ini ku dapat dari rak buku kakakku di Karawang. Setelah asyik membongkar isi rak bukunya, akhirnya mata ku tertuju pada satu novel yang bersampul coklat dengan gambar sepatu ini dan memutuskan untuk meminjam novel ini dari kakakku. Dan inget banget saat itu, pas tanya ke kakakku,

“Yuk, novelnya bagus gak?”.

Trus dia jawab “bagus banget, gara-gara itu akhirnya aku beli novel lain karya tere liye”.

Saat itu, aku udah mulai baca beberapa halaman dari novel ini. Tapi belum selesai ku baca, karena penasaran banget sama ending-nya, akhirnya mutusin buat tanya langsung sama kakakku.

“Yuk, ending-nya gimana novel ini? Happy ending gak?

Trus dengan cepat dia jawab, “Bisa aja kuceritain isi novelnya dari awal ampe akhir, tapi nanti kamu gak bakal dapet feel-nya lagi pas baca novelnya”.

Gara-gara jawaban kakakku saat itu, akhirnya aku jawab.

“Oke, jangan di ceritain isinya. Biar aku baca ampe habis”.

Novel ini juga yang menemani penerbangan ku dari Jakarta ke Jogja. Novel yang ku baca ketika menunggu pesawat dan juga selama penerbangan membuat ku tergila-gila sama novel ini. Novel ini membangkitkan rasa penasaran ku untuk tidak henti-hentinya membalikkan halaman demi halaman.

Novel ini menceritakan tentang Zaman yang bekerja di firma hukum Thompson & Co mendapat amanah untuk mencari ahli waris dari Sri Ningsih dimana Sri meninggalkan warisan yang nominalnya sangat fantastis. Hal inilah yang mengantarkan Zaman untuk menelusuri perjalanan hidup Sri Ningsih dari lahir hingga wafat.

Gak perlu ku ceritain lagi karena pastinya kalian sudah baca isi novelnya. Hanya saja, satu hal yang selalu aku yakini, setiap bacaan pasti terkandung moral value di dalamnya. Tergantung persepsi pembaca mengambil nilai moralnya dari tiap bacaan yang mereka baca. Nilai moral yang bisa kita petik dari this great novel adalah.

1. Jangan pantang menyerah. Gagal sekali, coba lagi, gagal, coba lagi. Seperti di halaman 210 yang berbunyi “Jika kita gagal 1000x, maka pastikan kita bangkit 1001x”.

2. Tidak masalah terlahir serba kekurangan, dengan kerja keras, ikhtiar, dan tawakal, semua dapat dilewati.

3. Ikhlas melakukan segala hal.

4. Jadilah orang yang jujur. Seperti tokoh Sri Ningsih yang selalu jujur kepada siapapun. “Aku ingin sekali punya hati sebaikmu, Sri. Tidak pernah punya prasangka walau sebesar debu” (hal.179).

Dan masih banyak lagi.

Tapi dari semua kalimat yang ada dalam novel ini. Satu yang membuat ku ingat dan memberikan arti yang mendalam bagi diriku, yaitu.

Apa harta yang akan dibawa mati saat kita meninggal?” Zaman menjawab pendek,

Tidak ada, Sir, selain apa-apa yang kita belanjakan untuk kebaikan. Sisanya akan ditinggalkan, bahkan diperebutkan.” (hal. 430).

Kalimat ini mengandung makna yang sangat dalam, khususnya bagi ku. Dan kalimat ini benar adanya, karna pada hakikatnya tidak ada yang dibawa mati kecuali apa yang kita kerjakan untuk kebaikan dan menghasilkan manfaat bagi sesama. It is so touching.

Terkadang, saat ini, benar adanya ketika seseorang meninggal, tidak ada yang dibawa mati bahkan harta menjadi hal pertama yang diperebutkan oleh sanak saudara.

Cukup untuk #curhatbukualaVF kali ini. Aku pastikan untuk tetap menulis agar bisa menebarkan kebaikan kepada siapa saja.

4 thoughts on “#CurhatbukualaVF: “Tentang Kamu” by Tere Liye

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s